Definisi Drama
Drama berasal dari bahasa Yunani “draomal” yang berarti berbuat, berlaku, bertindak dan sebagainya. Drama merupakan suatu hidup yang dilukiskan dengan gerak atau suara dari sebuah konflik dari sifat manusia yang merupakan sumber pokok dari drama tersebut.
Drama dapat dibedakan dalam dua jenis drama, yaitu:
v Drama Baru atau Modern
Drama baru merupakan drama yang memiliki tujuan untuk memberikan pendidikan pada masyarakat yang umumnya bertema kehidupan sehari – hari.
v Drama Lama atau Klasik
Drama Klasik merupakan drama khayalan yang umumnya menceritakan tenteng kesaksian, kehidupan istana atau kerajaan, kehidupan dewi – dewi, kajadian yang luar biasa, dan sebagainya.
Definisi Radio
Radio merupakan media yang memiliki jangkauan selektif terhadap segmen pasar tertentu. Di Indonesia yang wilayahnya sangat luas, radio telah menjawab kebutuhan untuk meyakinkan komunikasi yang dapat memacu perubahan masyarakat. Berbeda dengan media cetak, radio merupakan media auditif yang bersifat atraktif. Apa yang dilakukan radio ialah memperdengarkan suara manusia untuk mengutarakan sesuatu.
Definisi Iklan
Iklan adalah bentuk komunikasi seseorang, instansi, atau perusahaan yang digunakan untuk menyampaikan informasi secara menarik agar khalayak ramai tertarik untuk menggunakan produk yang diiklankan.
KARAKTERISTIK IKLAN RADIO
Radio merupakan media audituf dan atraktif, artinya mengandalkan pendengaran untuk menyapa pendengar. Bagi si pendengar, radio seperti berbicara dengannya. Karena itulah, maka iklan di radio memiliki karakteristik sebagai berikut.
Ø Theater of the mind, artinya iklan yang didengar harus mampu menghasilkan pesan yang "bermain-main” di benak pendengar. Dengan kata lain, iklan itu harus mampu menyebabkan pendengar berimajinasi mengenai pesan iklan yang disampaikan.
Ø Pribadi, artinya media yang paling intim dengan khalayak sasaran. Iklan di radio seperti tidak berjarak. Pesannya seperti orang yang berbicara langsung dengan kita.
Ø Radio kurang menjadi perhatian penuh pendengarnya. Dengan demikian, iklan di radio didengarkan sambil melakukan pekerjaan lain.
Ø Iklan ditayangkan hanya sekali dengar saja sesuai kontrak.
FORMAT IKLAN RADIO
Script iklan radio bentuknya seperti menulis naskah sandiwara atau screenplay. Script ditulis dengan bahasa lisan atau percakapan. Jadi tidak terlalu gramatikal, kecuali untuk lucu-lucuan. Dalam hal ini, bahasa lebih penting dari pada tata bahasa. Tentu saja dengan siapa kita berbicara atau siapa target audience kita, jangan pernah dilupakan.
Berbeda dengan iklan media cetak, iklan di radio mempunyai bahasa, batasan waktu, dan peristilahan yang khusus. Script iklan radio menggunakan kode tertentu yg diketahui secara umum oleh kalangan periklanan. Waktu untuk iklan radio dibatasi oleh durasi, dan dihitung berdasarkan detik. Biasanya ketententuan pengaturan waktu dalam iklan radio sebagai berikut:
Ø umumnya 60 detik (ada yang 30 atau 45 detik),
Ø 5-10 detik pertama sbg building situation (pendengar sudah tahu setting dan tokoh),
Ø detik ke-11 sampai ddengan 45 berisi konflik,
Ø detik ke-45 hingga 60 berisi solusi.
Oleh karena itu, selalu sediakan stopwatch pada saat Anda menulis script iklan radio. Untuk keamanan dalam penyiaran (agar tidak terpotong oleh acara lain di radio), sebaiknya durasi dibuat dua atau tiga detik lebih pendek. Misalnya durasi 60 detik, buatlah 58 detik.Walaupun terkadang ada juga media radion yang mau memberi toleransi beberapa detik. Mintalah bagian Media untuk bertanya kepada pengelola stasiun radio tentang ada tidaknya toleransi itu. Untuk membuat iklan radio lebih menarik, tidak datar, dan tidak membosankan, buatlah semacam ucapan atau kata-kata pemancing perhatian di akhir dialog.
Jenis-jenis Iklan
1. Iklan Layanan Masyarakat
Iklan layanan masyarakat adalah iklan yang bertujuan untuk memberikan penerangan atau penjelasan kepada masyarakat. Contoh: iklan bahaya merokok, iklan KB, iklan hemat energi, iklan selamatkan lingkungan
2. Iklan Penawaran atau Reklame
Iklan penawaran atau reklame bertujuan agar produk atau jasa yang ditawarkan laku di pasaran. Contoh: iklan barang-barang niaga, Ilustrasi: Dikontrakkan rumah di Griya Asri Indah. Fasilitas lengkap. Hubungi (0251) 8888888.
3. Iklan Pengumuman atau Pemberitahuan
3. Iklan Pengumuman atau Pemberitahuan
Iklan pengumumuman atau pemberitahuan bertujuan untuk menarik perhatian khalayak ramai. Iklan jenis ini umumnya digunakan oleh instansi pemerintah, lembaga-lembaga masyarakat dan keluarga. Biasanya iklan jenis ini menggunakan huruf kapital.
Contoh : “PENGUMUMAN”, “TURUT BERDUKA CITA”.
Contoh : “PENGUMUMAN”, “TURUT BERDUKA CITA”.
Berdasarkan penggunaannya media iklan dapat digolongkan menjadi :
Ø Iklan radio dengan menggunakan efek suara.
Ø Iklan media cetak dengan menggunakan efek gambar atau teks.
Ø Iklan televisi dengan menggunakan efek gambar, suara, dan teks.
Syarat-syarat pembuatan iklan
1. Isi iklan:
Ø Objektif dan jujur,
Ø Singkat dan jelas,
Ø Tidak menyinggung perasaan golongan masyarakat atau produsen lainnya,
Ø Menarik perhatian.
2. Bahasa iklan:
Ø Mudah dipahami dan mudah diingat,
Ø Berkonotasi positif yang bisa mempengaruhi dan meyakinkan khalayak ramai,
Ø Menimbulkan sikap penasaran khalayak ramai.
Dubbing (Sulih Suara)
Amir Hassanpour menjelaskan dubbing is the replacement of the dialogue and narration of the foreign or source language into the language of the viewing audience, the target language ( dubbing atau sulih suara merupakan penggantian dialog dan narasi dari bahasa asing atau bahasa sumber menjadi bahasa yang digunakan oleh pemirsa). Pendapat lain dikemukakan oleh Lisa Ho yang menyatakan bahwa dubbing adalah mengganti audio bahasa sumber (bahasa asing bersangkutan) dengan bahasa sasaran (Bahasa Indonesia). Menurut Hassanpour, faktor penting yang perlu diperhatikan dalam dubbing adalah lip-synchronization, gerak tubuh dan mimik wajah. Dunia dubbing ( sulih suara ) adalah bagian dari berkesenian yang pada media ekspresi Audio Visual. Dimana lebih berolah vokal dalam bermain drama. Hal ini menunjukkan bahwa bermain drama dengan cara meng-alih bahasa untuk media film tetap berperan penting dalam berkesian.
Prolog
Sebelum kita mendengarkan kisah yang bikin penasaran ini, izinkanlah saya untuk memperkenalkan karakter dan nama pemeran pada kisah ini.
Berkulit sawo matang, bukan busuk ialah Dito, Ia penggila berbagai jenis kupu – kupu. Menurutnya tak ada yang paling indah dan sempurna selain kupu – kupu, menurutnya pun kupu – kupu harus di lindungi dengan undang – undang yang harus di sahkan di pemerintah, bahkan dunia sekalipun wajib. Sinting!
Gadis cantik yang satu ini berkulit mulus, bahkan lalat pun tak dapat menyentuh kulitnya karena terpeleset kulit mulusnya. Gadis ini bernama Bulan, Ia beranggapan tak ada wanita yang paling cantik, seksi dan mempesona selain dirinya. Walau menurut kami, Ia tak seindah gadis dalam nyayian “Juwita Malam”. Bahkan kegilaannya sangat membuat kami menggelengkan kepala, karena di saat kami ingin mengerjakan tugas di pulau yang jauh dari peradaban modern ini Ia selalu menyemproti seluruh tubuhnya dengan minyak wangi, walau kami sedang berada di tengah hutan sekalipun. Sinting!.
Teman ku yang satu ini, selalu menenteng kamera ke mana pun Ia pergi, bak paparazi pencari berita up date, Ia bernama Haris, biasa di panggil Aris. Kegilaannya mengabadikan berbagai objek yang Ia anggap menarik dan sensual cukup membuat kami khawatir akan kegilaannya. Bagaimana tidak, kami pernah di kejar warga sekampung karena ulah Haris yang memotret orang yang sedang buang hajat di pinggiran kali, karena Ia anggap unik dan menarik makanya Ia potret dan apesnya lagi yang di potret itu mertua dari ketua RW setempat. Walau cita – citanya ingin menjadi fotografer handal dan terkenal, tapi kami khawatir karena kelakuannya yang sedikit sinting!.
Orang sampingan dalam kisah ini ialah suami – istri yang sudah lansia, mantan pejuang kemerdekaan yang bersedia memberikan sedikit ruangan untuk kami tinggal dan menginap beberapa hari selama mengerjakan tugas kuliah. Sang istri kami panggil nenek, mempunyai kegemaran akan peliharaannya yang akan membuat siapa saja jika melihatnya mengerenyitkan alis tanda kebingungan. Sedangkan sang suami kami panggil kakek, Ia selalu merewind cerita yang sama tanpa bosan jika perlu berpuluh – puluh kali dalam sehari Ia bercerita, sampai – sampai yang mendengarkannya dapat menandai hapal secara otomatis.
Sedangkan saya adalah Lazu, nama lengkap saya Lazuardi Prabangkara. Aku sangat senang sekali mengamati, mencari tahu apa saja yang perlu di selidiki dan menganalisa suatu kejadian. Termasuk dalam kisah ini, mencari tahu jawaban “Siapa Yang Sinting?”, yang jelas dari semua pemeran tersebut aku lah yang paling normal!.
Mari kita dengarkan kisahnya...
Adegan 1
Lazu : Akhirnya sampai juga di pulau terpencil ini, yang menyajikan keindahan alam yang eksotis. Hmmm.... segar sekali.
Dito : Yoi cuy, akhirnya sampai juga kita ke surganya kupu – kupu yang terbang bebas berkeliaran tanpa gangguan. Coba, lihat itu! Ada yang terbang ke sini menyambut ku. Rupanya ia tahu sang raja pelindungnya datang! Ha.. ha.. ha.. haa...
Aris : Menakjubkan... Alam yang indah... Pasti banyak objek foto yang dapat ku abadikan disini!
Bulan : Oh pulau yang indah, jangan ceburu dengan kedatangan ku ya! Yang membawa pesona menyaingimu, harum tubuh seksi ku ini akan membuat seisi pulau akan terpanah kepada ku dan kau akan terlupakan sejenak. Hmmm....
Lazu : Hei Bulan, siapa yang akan terpesona padamu?! Ini pulau kecil dan terpencil pula, jadi siapa yang akan terpesona olehmu!
Aris : Kita bukan sedang di pusat keramaian Lan, tidak banyak orang disini!
Bulan : Memang kenapa? Apa bedanya banyak atau sedikit, sepi atau ramai?! Bagi ku yang terpenting selalu wangi mempesona setiap detik waktu berputar. . .
Dito : Biarpu kakek – kakek? Sinting kau.. Ha.. ha.. ha...
Aris : Sudahlah, lebih baik kita cari tempat untuk bermalam beberapa hari dipulau ini, dari pada kita ikutan sinting!
Bulan : Ih..... Anto sirik...! (jengkel)
Adegan 2
Nenek : Ada pendatang, dari mana anak muda? Mau apa kalian ke pulau terpencil ini?
Bulan : Kami mahasiswa perguruan tinggi dari kota nek, mau mencari objek tugas kuliah kami. Nenek sendiri siapa?
Nenek : Oh begitu, jadi kalian dari kota besar ya!
Dito : Iya nek, saya kupu – kupu yang datang dari kota untuk melihat kupu – kupu yang ada disini nek.
Aris : Huuus... Sinting kau! (ekspresi kesal)
Nenek :Sudah...sudah... Nenek penduduk disini nak, itu rumah nenek tidak jauh.
Lazu : Oh..... Kebetulan nek, kami sedang mencari tempat untuk bermalam beberapa hari, nenek bisa memberitahukan dimana tempat penginapan disini?
Nenek : Kalian mencari tempat menginap?
Aris : Ya nek, penginapan terdekat dimana ya?
Nenek : Disini tidak ada penginapan nak, kalau kalian mau tinggal lah bersama nenek. Kebetulan nenek hanya tinggal berdua saja dengan kakek, Ia pasti senang dengan kalian!
Bulan : Benaran nek? Bagus itu Lazu, jadi kita tidak perlu keluar banyak uang! Jadi aku kan bisa membeli banyak parfum pulang dari pulau ini.
Nenek : Yah, kalian tinggallah bersama kami.
Lazu : Terima kasih, nenek sudah bersedia berbagi tempat tinggal untuk kami beberapa hari.
Nenek : Tidak nak...
Malah nenek senang karena di rumah nanti pasti ramai, apalagi si kakek akan senang kedatangan kalian!
Lazu : Senang nek! (bingung)
Aris : Maksud nenek? (bingung)
Nenek : Yah sudah lah, nanti kalian juga tahu. Mari nak.....
Adegan 3
Nenek : Kek... Kakek...
Kau lihat si manis tidak? (gelisah)
Kakek : Ah, si manis saja yang selalu kau tanya. Tadi ku lihat dibelakang
Cari saja sendiri!
Siapa yang kau ajak kerumah nek?
Nenek : Oh iya aku lupa, mereka mahasiswa dari kota yang ingin mengerjakan tugas kuliah disani.
Kakek : Mengerjakan tugas? Tugas apa? Apa yang dapat mereka kerjakan disini nek! Lebih baik bertanding catur saja dengan ku anak muda!
Aris : Tanding catur kek!!!
Nenek : (sibuk mencari si manis didapur)
Bulan : Dasar manula sinting!
(sampai adegan 3 aja ya, sisa adegan silahkan berimajinasi.. (^_^))
Contoh Iklan Radio:
Pengiklan : KPU
Brand : Pemilu 2004
Keterangan : Iklan layanan masyarakat
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Judul : Kucing dalam Karung
Intro : Musik Tanjidor Betawi (terdengar terus sampai akhir komersial)
SFX : Suasana di warung makan. kucing menjatuhkan gelas.
Man 1 : Eh Bang, udeh nggak waktunye lagi, Pemilu yang sekarang kite dapati
pemimpin seperti dapati kucing dalam karung.
Man 2 : Ah, si Abang bisa aje. Eh, maksudnya gimane?
Man 1 : Gini nih, di Pemilu 2004 beda banget nih ame Pemilu-Pemilu sebelumnya,
karene rakyat dapet memilih langsung calon anggota DPR, DPD, sampai
presiden secara langsung.
Man 2 : Nah trus caranye.
Man 1 : Ya, caranye dengan kite nyoblos gambar name-name calon idola kite, Bang.
Man 2 : Wah pastine di Pemilu 2004, bakal calonnye kagak nyari-nyari seperti
kucing dalam karung. Ya Bang, ye, ye, ye, ye Bang ye. Kan kata Abang
begitu tadi !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar