Anatomi Krisis
Menurut Steven Fink mengidentikan krisis dengan penyakit yang menyerang manusia. Oleh karenanya Fink membagi tahapan yang dilalui suatu krisis dengan menggunakan terminologi kedokteran yang biasa dipakai untuk melihat stadium suatu krisis yang menyerang manusia. Tahap – tahap itu menurut Fink adalah sebagai berikut: Tahap Prodromal, Tahap Akut, Tahap Kronik dan Tahap Resolusi (penyembuhan) Masing – masing tahap itu saling berhubungan dan membentuk siklus.
Tahap Prodromal
Krisis pada tahap ini sering dilupakan orang karena perusahaan masih bisa bergerak dengan lincah. Padahal pada tahap ini, bukan pada tahap krisis sudah kronis (meledak), krisis sudah mulai muncul. Tahap prodromal sering disebut pula warning stage karena ia memberi sirene tanda bahaya mengenai simtom-simtom yang harus segera diatasi, tahap prodromal biasanya muncul salah satu dari tiga bentuk ini:
Ø Jelas sekali
Gejala – gejala awal kelihatan jelas sekali. Misalnya muncul selebaran gelap di masyarakat, ketika karyawan datang pada manajemen meminta kenaikan upah, atau ketika pihak manajemen berbeda pendapat secara tegas.
Ø Samar-samar
Gejala yang tampak samar-samar sulit menginterpretasikan dan menduga luasnya suatu kejadian. Semuanya terjadi secara samar – samar, ini artinya perusahaan atau organisasi memerlukan bantuan para analisis untuk menganalisis hal – hal yang samar-samar itu sebelum tergulung oleh ombak krisis.
Ø Sama sekali tidak kelihatan
Gejala ini tidak terlihat sama sekali. Perusahaan atau suatu lembaga tidak dapat membaca gejala ini karena kelihatannya segalanya tampak baik – baik saja.
Tahap Akut
Meski bukan di sini awal mulanya krisis, orang menganggap suatu krisis dimulai dari sini karena gejala yang samar-samar atau sama sekali tidak jelas itu mulai kelihatan jelas. Dalam banyak hal, krisis yang akut sering disebut sebagai the point of no return. Artinya, sekali sinyal – sinyal yang muncul pada tahap peringatan (prodromal) tidak digubris, ia akan masuk ke tahap akut dan tidak bisa kembali lagi. Kerusakan sudah mulai bermunculan, reaksi mulai berdatangan, isu menyebar luas. Namun , berapa besar kerugian lain yang akan muncul amat tergantung dari para aktor yang mengendalikan krisis. Salah satu kesulitan besar dalam menghadapi krisis pada tahap akut adalah intensitas dan kecepatan serangan yang datang dari berbagai pihak yang menyertai tahap ini.
Tahap Kronis
Organisasi masih merasakan dampak dari krisis yang terjadi dan terkadang dampak ini bisa lebih lama dari krisis itu sendiri. Berakhirnya tahap akut dinyatakan dengan langkah-langkah pembersihan, contoh: Kasus tumpahan minyak Kapal Exxon Valdez (1989).
Tahap Resolusi (proses pemulihan)
Tahap ini adalah tahap penyembuhan (pulih kembali) dan tahap terakhir dari 4 tahap krisis. Meski bencana besar dianggap sudah berlalu, tetap perlu berhati – hati, karena riset dalam kasus – kasus krisis menunjukkan bahwa krisis tidak akan berhenti begitu saja pada tahap ini.
Contoh Kasus Dekadensi Moral dikalangan Remaja;
Prodromal
Belakangan ini sering menjadi perbincangan banyak orang bahkan sampai ke pemerintah. Remaja sangat menjadi sorotan dari aspek pergaulannya yang semakin menjadi.
Akut
Kebanyakkan dari mereka seperti itu agar tidak dibilang “kuper” atau kurang pergaulan oleh para temannya. Di mana faktor lingkungan sangat berpengaruh dalam pergaulan remaja saat ini.
Kronis
Sehingga para remaja tersebut mengikuti lingkungan pergaulannya, dimulai dengan merokok agar terlihat lebih terlihat manly bagi pria dan bagi wanita agar terlihat gaul atau tidak kuper, berawal dari coba – coba sampai para remaja tersebut keterusan merokok. Semakin jauh pergaulannya, para remaja tersebut mulai mengenal hiburan malam dan mengenal minuman beralkohol yang seharusnya tidak di konsumsi oleh mereka, bahkan pergaulan mereka semakin meluas dan mulai menjajaki dunia sex yang belum pantas mereka lakukan.
Resolusi
Disinilah bagaimana kita semua di tuntut untuk berperan dalam menjaga lingkungan dengan baik, agar para remaja tersebut dapat di bekali dengan nilai – nilai moral, etika dalam pergaulan dan pendidikan agama lebih di tekankan. Peran orang tua sangat penting dalam memberikan perhatian lebih dan penyuluhan dari akibatnya dalam pergaulan seperti itu pada para anak – anak agar mereka dapat memahami dampak dari apa yang mereka lakukan selama ini. Di sini juga peran media sangat di butuhkan dalam membantu mengatasi dekadensi di kalangan remaja saat ini, dengan lebih menyiarkan acara – acara yang memberikan pengarahan akibat dari salah pergaulan dan menyiarkan acara – acara yang lebih kompeten. Jangan memperbanyak acara gosip dan hiburan khususnya tayangan khusus dewasa disaat jam siaran yang umum (jam 22.00 ke bawah). Jika tidak semua pihak bergerak untuk mengatasi dekadensi di kalangan remaja, maka hal tersebut akan terus meningkat setiap tahunnya.
contoh gambar Anatomi Siklusnya....
contoh gambar Anatomi Siklusnya....


Print
Tidak ada komentar:
Posting Komentar