
EBTKE-Pusat Studi Dan Adaptasi Dan Mitigasi Bencana Universitas Gunadarma bekerjasama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Kementerian kelautan dan Perikanan, MEDCO, PT PLN, METI, Gobel International, CESI dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu menyelenggarakan Semiloka Nasional Clean Energi Development-Reducing Emissins From Fossil Fuel Burning (Reff Burn), Rabu 12 Januari 2011.
Tujuan semiloka ini diantaranya Diseminasi/sosialisasi Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Aplikasi Model Pengembangan Pesisir Berbasis Energi Bersih serta Pencanangan Universitas tersebut sebagai Kampus Hijau.
Salah satu pembicara yang hadir tersebut diantaranya Direktur Jenderal EBTKE, KESDM Luluk Sumiarso yang mempresentasikan materi Clean Energy Development Reff Burn. Dalam kesempatan tersebut,dia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Universitas Gunadarma telah menyelenggarakan acara ini."Ini adalah even terkait yang diadakan di luar unit KESDM, terima kasih atas apresiasinya,"ujar dia.
Tercetusnya ide Reff Burn itu sendiri, menurut dia, terkait dengan isu global tentang perubahan iklim, adanya penumpukan Gas Rumah Kaca (GRK) yang bergerak bebas di amtmosfir antara lain disebabkan karena pembakaran energi fosil, yang berdampak pada perubahan iklim secara global, tiga sumber emisi GRK di Indonesia yang terbesar adalah emisi dari lahan gambut, deforestasi dan dari energi. Selain itu, lanjut dia, Bali Action Plan pada Desember 2007 yang mengisyaratkan untuk menangani emisi dengan paradigma CBDR (Common But Differential Responsibility), Presiden Republik Indonesia pada Forum G-20 di Pittsburgh, USA pada 2009 lalu menyampaikan bahwa Indonesia bisa menurunkan emisi sebesar 26 persen bahkan bisa sampai 41 persen dengan bantuan negara maju hingga 2020. Latar belakang lainnya, Luluk menjelaskan, Presiden RI pada Retreat di Bali 2010 lalu memberikan Directives untuk mewujudkan ketahana energi dan mewujudkan Green Economy, sehingga perlu disusun tatanan ekonomi yang sedikit menghasilkan karbon (low carbon econom/green economy) antara lain melalui industri energi yang berkarbon rendah."Selama ini upaya pengurangan emisi GRK untuk sektor energi masih dilakukan sendiri-sendiri dan belum terintegrasi, sehingga perlu disusun inisiatif energi bersih sebagai upaya bersama untuk mengurangi emisi GRK sektor energi", paparnya..
Sedikit info:
Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) berencana menyelenggaraan pertemuan para pakar dan praktisi energi terbarukan dan efisiensi energi tingkat dunia, World Renewable Energy and Energy Efficiency Conference (WREEEC) 2011 yang akan diselenggarakan tanggal 17 – 19 Oktober 2011 di Bali International Convention Centre (BICC), Nusa Dua.
Bertindak sebagai tuan rumah WREEEC 2011 di Bali, METI bekerja sama dengan World Renewable Energy Network (WREN) yang berbasis di Kerajaan Inggris (UK).
WREEEC 2011 mengusung thema “Boosting the Use of Low Carbon Energy for a Better World” atau “Mendorong Penggunaan Energi Rendah Karbon untuk Dunia yang Lebih Baik”, dan diharapkan akan dihadiri oleh sekitar 1500 peserta /delegasi dari seluruh dunia.
Bertindak sebagai tuan rumah WREEEC 2011 di Bali, METI bekerja sama dengan World Renewable Energy Network (WREN) yang berbasis di Kerajaan Inggris (UK).
WREEEC 2011 mengusung thema “Boosting the Use of Low Carbon Energy for a Better World” atau “Mendorong Penggunaan Energi Rendah Karbon untuk Dunia yang Lebih Baik”, dan diharapkan akan dihadiri oleh sekitar 1500 peserta /delegasi dari seluruh dunia.


Print
emang apaan tuh EBTKE?
BalasHapusini sejenis pa brow?